Tim Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) meraih dua medali perak di ajang kompetisi 'International Science, Technology and Engineering Competition (ISTEC)'. Lomba ini diselenggarakan di Graha Siliwangi, Bandung, 14-15 Januari 2020.

Falah Mar’ie Ammanullah dan Nadiyah Salsabila meraih medali perak di bidang Science. Keduanya mengangkat riset dengan tema 'LIBAS (Listrik Nasi Basi): Alternative Electricity Energy Resources From Stale Rice'.

Medali perak satu lagi diraih Fariza Noviani Abidin dan Feorela di bidang Engineering. Riset keduanya berjudul 'River Cleaner As The Effort of Mitigation of Flood Disaster'.

ISTEC diikuti para peserta dari 14 negara. Selain Indonesia, peserta lainnya antara lain berasal dari Srilanka, Vietnam, Pakistan, Brazil, Oman, Thailand, Turkey, Paraguay, Egyp, South Africa, Malaysia, Filiphina, dan Turkmenistan.

Kepala MAN IC OKI, Kiagus Faisal mengaku bangga para siswanya dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. 

"Ini membuktikan bahwa Indonesia bisa bersaing di dunia luar. Dan juga dalam event pendidikan ini kita cukup diperhitungkan tingkat internasional bidang Science and Engineering," ucap Faisal di OKI, Kamis (16/1).

Menurutnya, selama ini Kemenag terus berupaya mengembangkan talenta anak-anak muda di bidang sains dan penelitian, khususnya di MAN IC.

Falah salah satu siswa peraih medali ISTEC mengaku, tidak menyangka bisa mendapat medali perak dari hasil penelitiannya. Dia mengaku tertarik untuk menemukan sumber energi alternative yang inovatif kemudian, apalagi bisa memaksimalkan penggunaan nasi basi yang dipandang buruk oleh masyarakat Indonesia. 

"Alhamdulillah kami sangat senang dan bangga telah mengharumkan nama Indonesia di Kancah Internasional dengan hasil karya kami yang telah kami buat," jelas Falah.

Sumber :